Puisi harapan "Wahai Malam, Hanya Satu Pinta ku"

"Wahai Malam, Hanya Satu Pinta ku"
(Oleh: Raf Soemitro)

Suara tarkhim telah berkumandang
Tanda waktu subuh akan tiba
Juga mengakhiri perbincanganku dengan malam
Dia selalu mengajakku, ke dimensi yang mana aku tak bisa beranjak kemana-mana

Cukup dengan segelas kopi dan sebungkus surya
Yang ikut menemaniku berbincang dengannya
Perbincanganku dengannya, selalu tak ada akhirnya
Bahkan harus dilanjutkan dengan hari selanjutnya

Suka maupun duka, silih berganti menghiasi perbincanganku dengannya
Saat aku tak ingin berbincang dengan nya
Dia selalu menggodaku
Mengajakku berbincang tentang seorang perempuan 
Perempuan yang ku kagumi dan ku nanti kedatangannya

Wahai Malam, yang selalu membuatku dilema
Selalu membuatku mati kutu
Aku tak membenci kehadirannya dalam benakku
Bahkan, aku tak menyesalinya

Namun...
Janganlah, kau hadirkan fikiran-fikiran tentang nya
Jangan membuat ku terus memikirkanya
Cukuplah drama ini
Kau boleh membuatku tak bisa tidur hingga larut malam bahkan sampai pagi

Hanya satu pintaku dengan mu
Jangan hadirkan sosoknya lagi
Agar aku tak seperti orang gila
Yang terus menerus berharap dengan cintanya

Jum'at, 22 Mei 2020

Posting Komentar

0 Komentar