Puisi Keluargaku

"Merawat Senyum Keluargaku"
(Oleh : Raf Soemitro)

Aku termenung sendirian 
Di seberang jalan
Menatap kedepan
Mata terasa rabun

Hanya bayangan semu yang terlintas
Ku dapati hari-hari semakin tak wajar
Tak dapat membedakan mana yang benar

Hati sudah tak bersahabat
Hanya rasa curiga yang di dapat
Fikiran tak tenang
Akal semakin meradang
Nafsu pun meraup keuntungan

Aku, tak puya kekuatan
Aku hidup di negeri yang merdeka
Namun, apalah daya
Aku tetap seperti nenek moyang ku dulu
Berjuang, untuk meraih kemerdekaan sebagai manusia
Bukan melawan penjajah asing
Namun, berjuang tuk sekedar mengisi perut keluarga dirumah

Kala fikiran ku sedang kalut
Aku ingat senyum istri dan anakku
Itulah obat ku, obat penenang ku
Dari kegelisahan yang mendera

Aku harus meneruskan hidup
Demi istri ku
Demi anak semata wayangku
Aku tak ingin dia seperti ku
Itulah semangat ku
Ku jalani hari tanpa ada rasa sesal
Melihat mereka nampak senyum
Di kala menyambutku pulang dari kerja
Dari awal badan terasa lelah dan letih
Berkat senyumannya lah, lelah dan letih ku hilang 

Hingga..
Ranah tak bertapa ini
Di hujani wabah yang tak pandang bulu
Aku tetap berjuang
Mengais rezeki 
Demi istri dan anak ku dirumah
Apapun ku lakukan
Meskipun nyawa taruhannya

Kepanasan, kehujanan selalu saja menjadi hidanganku 
Kesana kemari demi meraup receh
Bagi orang lain terasa tak berguna

Namun
Bagiku uang seperak tetap bernilai harganya 
Sekali lagi, apapun akan ku lakukan, 
Demi merawat senyum keluarga kecilku dirumah

Pucanglaban, 15 Juni 2020

Posting Komentar

0 Komentar