Penghangat Bangku Cadangan

 "Pengahangat Bangku Cadangan"

Oleh : Raf Soemitro


Dia hanya ingin mengenalmu. 

Tanpa pamrih. 

Tanpa sekat-sekat pembatas. 

Yang kau proklamirkan pada setiap laki-laki. 


Kau bersolek anggun. 

Dengan senyuman yang ikhlas. 

Kau bertutur sopan dan bijaksana. 

Kala di hadapan para bangsawan. 


Tetapi, kau tampangkan keangkuhan mu. 

Senyuman mu yang manis mendadak berubah menjadi tawar, hampa dan penuh kesiaan.

Tutur katamu yang kata orang sangatlah bijak, kini hanya meninggalkan duri. 

Kala kau berhadapan dengan ia yang kau anggap bermartabat rendahan


Kata dia

Masih adakah sedikit senyum untukku ? 

Di atas harapanku yang mulai terbujur kaku atas penantian panjang. 

Jika masih ada, izinkan aku mengenalmu, merawat senyummu. 

Meski kedatanganku hanya kau anggap penghangat bangku cadangan saja, tak lebih dari itu. 


Tulungagung, 14 Desember 2020




Posting Komentar

0 Komentar